Latar Belakang dan Sejarah

Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan adalah klub sepakbola asal Medan yang berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Prima Indonesia (IPL). PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club (MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya. Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa “daun” dan “bunga tembakau Deli”.

PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk “Ayam Kinantan” ini.

PERJALANAN PSMS DI LIGA INDONESIA

2007

Di musim terakhir Liga Indonesia ini, PSMS dibawah asuhan Freddy Mulli berhasil mencapai puncak kesuksesannya setelah berhasil lolos hingga ke babak final sebelum akhirnya takluk dari Sriwijaya FC dengan skor 3-1. Di akhir musim para punggawa PSMS menuntut janji pengurus untuk memberikan bonus dan melunasi gaji yang menunggak. Sikap pengurus yang mengacuhkan tuntutan pemain berbuntut pada eksodus besar-besaran pemain PSMS ke Persik Kediri. Hasil ini membuat PSMS terseok seok di liga super musim berikutnya.

2008

Liga Super Indonesia Edisi pertama resmi bergulir. Banyaknya kendala internal dan management di tubuh PSMS Medan sempat membuat tim ini hendak mundur dari kompetisi. Namun pada 10 Juli 2008 PSSI memutuskan untuk tetap mengikut-sertakan PSMS sebagai peserta Liga Super Indonesia. Selama musim ini, PSMS harus berpindah pindah home base berhubung stadion Teladan tidak memenuhi stratitifikasi PSSI. Sempat bermain di Bandung, lalu pindah ke Gelora Bung Karno Jakarta, hingga akhirnya menggunakan stadion JakaBaring Palembang hingga akhir musim.

Di tahun ini, PSMS berkompetisi di AFC CUP, kompetisi kasta kedua besutan AFC. Dimana PSMS tergabung dalam group H bersama South China FC (Hongkong),  Selangor FC (Malaysia),  dan VB Sport (Maladewa)

2009

PSMS berhasil lolos dari penyisihan group H AFC CUP. Hasil ini sekaligus menempatkan PSMS sebagai tim indonesia pertama yang lolos dari penyisiha group di AFC CUP. PSMS kemudian ditundukkan Chonburi FC (Thailand) di babak 16 besar dengan skor telak 4-0.

di musim ini juga PSMS akhirnya terdegradasi ke Divisi Utama setelah gagal bersaing di Liga Super Indonesia. Berada di peringkat 17 Klasemen akhir, memaksa PSMS menjalani babak PLAY-OFF menghadapi peringkat empat Divisi Utama, PERSEBAYA SURABAYA. PSMS kalah dan akhirnya terdegradasi.

Awal musim 2009 Divisi Utama, PSMS tampak kurang persiapan dimana banyak transfer pemain yang gagal dilakukan serta komposisi pemain yang minim pengalaman. Dibawah kepelatihan Suimin Diharja sebenarnya PSMS menunjukkan persaingan yang kompetitif di awal musim. Namun manajemen PSMS memutuskan memecat pelatih ini dan menggantinya dengan Kustiono, mantan pelatih PSAP Sigli.

2010

Dibawah kepelatihan Kustiono, PSMS menjadi tim pecundang di Divisi Utama. Tidak sekalipun meraih kemenangan membuat PSMS berada di papan bawah klaemen Wilayah 1 Divisi Utama dan terancam degradasi. Beruntung, Manajemen bertindak cepat dengan mengganti Kustiono dengan Zulkarnaen Pasaribu yang merupakan mantan punggawa PSMS di era perserikatan.

Saat Zulkarnaen mengambil alih posisi pelatih, Divisi utama hanya menyisahkan 3 pertandingan yang mana harus dimenangi oleh PSMS seluruhnya untuk memastikan posisi mereka di Divisi Utama musim depan. Dan Zulkarnaen berhasil meraih 3 poin penuh pada tiga pertandingan tersebut. PSMS Akhirnya selamat dari Degradasi.

2011

PSMS berhasil lolos ke babak 8 Besar Divisi Utama namun akhirnya gagal promosi ke ISL setelah ditahan seri 3-3 oleh Mitra Kukar dan PSMS tidak berhasil lolos penyisihan group.

Kekisruhan di tubuh PSSI berimbas pada dualisme kompetisi di Indonesia. Hal ini membawa berkah tersendiri pada PSMS karena terpilh sebagai salah satu tim yang akan bermain di ISL walau tidak mendapat promosi di musim sebelumnya. Sementara di Liga Prima Indonesia, liga besutan PSSI, PSMS menempatkan PSMS ISL. Sayangnya di akhir musim kedua PSMS yang berlaga masing-masing di Liga Prima Indonesia dan Liga Super Indonesia terdegradasi setelah gagal bersaing di kompetisi masing-masing.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: